KONSEP DASAR PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
Konsep dasar pemrograman berorientasi objek yaitu melakukan permodelan objek dari kehidupan nyata kedalam tipe data abstrak. Jelasnya, pemrograman berorientasi objek merupakan konsep pemrograman untuk memodelkan objek yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan konsep seperti ini membawa perubahan yang mendasar dalam konsep pemrograman terstruktur.
Setiap objek dalam kehidupan nyata dapat dipandang sebagai kelas, misalnya kelas hewan, kelas manusia, kelas mobil. Sedangkan objek dari kelas tersebut misalnya sapi dan ayam untuk hewan, Budi dan Tono untuk kelas manusia, serta Toyota dan Mitsubishi untuk kelas mobil. Dengan OOP, kita dapat mengimplementasikan objek data yang tidak hanya memiliki ciri khas (attribut), melainkan juga memiliki methode untuk memanipulasi attribute tersebut. Singkatnya,OOP memiliki keunggulan dari konsep pemrograman terstruktur, selain itu juga memiliki kemamapuan untuk mengimplementasikan objek dalam kehidupan nyata.
Setiap objek memiliki Attribut dan Method.
Attribut adalah berbagai variable yang mengitari class yang nilai datanya bisa ditentukan di objek, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan karakteristik objek seperti tipe, model, warna. Misalnya “warna cat mobil itu adalah merah maroon.” Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa mobil adalah sebagai objek sedangkan warna cat mobil tersebut sebagai attributnya.
Method adalah implementasi dari bekerjanya sebuah class, atau dengan kata lain method adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh objek. Method dapat memanipulasi data, perhitungan matematika dan memonitor kejadian dari suatu even. Sebagai contoh untuk objek mobil ferarri, dengan attribute warna dan merk, methodnya adalah bagaimana cara menghidupkan dan menjalankannya.